mY siLhoUtte-FamILy

........menunggu 2 tahunnya.........

Lilypie Second Birthday tickers

Rabu, 16 Juni 2010

Macam-macam Imunisasi Bayi

Setelah lahir, bayi belum punya daya tahan tubuh yang cukup untuk menangkal berbagai penyakit. Walau memperoleh antibodi yang diberi ibu sejak dalam kandungan, bayi tetap memerlukan perlindungan tambahan untuk menjaga ketahanan tubuhnya terhadap penyakit.

Imunisasi adalah suntikan vaksin / bahan antigenik untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh bayi, yang berguna untuk mencegah dan mengenali beberapa penyakit tertentu yang mungkin mengancamya.

Sejak lahir, bayi memerlukan berbagai jenis imunisasi hingga mencapai kanak-kanak. Beberapa imunisasi yang perlu diketahui antaranya :

1. Imunisasi BCG

BCG berfungsi memberi kekebalan terhadap bakteri tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1x sebelum anak berumur dua bulan.
Imunisasi polio diberikan 4x pada bayi usia 0-11 bulan dengan interval minimal 4 minggu.
Imunisasi campak diberikan 1x pada bayi usia 9-11 bulan.
Imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini bersifat wajib dan disubsidi pemerintah.

2. Imunisasi DPT

Imunisasi DPT adalah vaksin 3 in 1 yang melindungi dari difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi fatal. DPT diberikan 3x pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Imunisasi ini juga diwajibkan pemerintah.

3. Imunisasi DT

Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Imunisasi ini diberikan bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya sudah mendapat suntikan DPT.

4. Imunisasi TT

Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekbalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan 5x seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh.

5. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan tehadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2x. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair.
Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama, meningitis, pembengkakan buah zakar yang berakibat kemandulan.

6. Imunisasi Hib
Membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus Influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi Hib belum tergolong imunisasi wajib, karena harganya yang cukup mahal. Dua jenis vaksin yang beredar di Indonesia yaitu Act Hib dan Pedvax.

7. Imunisasi Meningitis
Imunisasi inin belum diwajibkan pemerintah karena biayanya masih cukup besar. Imunisasi dilakukan bagi bayi usia 1 tahun hingga balita. Imunisasi ini berfungsi mencegah terjadinya infeksi meningitis atau lapisan otak yang banyak terjadi pada bayi dan balita.

8. Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air.

9. Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberi kekebalan terhadap Hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu, imunisasi Hepatitis B termasuk yang diwajibkan untuk bayi. jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi baru lahirpun bisa memperolehnya. Imunisasi ini biasanya bisa diulang sesuai petunjuk dokter.

10. Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi ini melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah).

11. Imunisasi Tipa
Imunisasi Tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama 3-5 tahun dan harus diulang kembali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul.

12. Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat disembuhkan. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya butuh waktu lama, yaitu 1-2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin Hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak 6-12 bulan.

sumber : VIVAnews, by Petti Lubis dan Anda Nurlaila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar